Lebih Tepat 'Swine Flu' Bukan Flu Babi!
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyebutkan bahwa penamaan "flu babi" untuk penyakit yang diakibatkan oleh virus H1N1 adalah keliru karena virus itu tidak berasal dari babi.
"Jangan menggunakan istilah flu babi karena itu adalah istilah yang salah. Kalau kita bilang flu babi, seakan-akan asalnya dari babi, padahal sebetulnya itu merupakan varian influenza," ujar Menkes ketika ditemui setelah membuka Pertemuan Ilmiah Berkala XVII di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin, Makasar, Jumat.
Istilah "swine flu" atau yang sering disebut flu babi dikatakan Menkes, sebenarnya merupakan semacam koalisi antara virus yang menyerang manusia, burung dan babi.
Dalam kesempatan itu, Menkes juga mengonfirmasi kematian suspek flu burung asal Tangerang, pemuda berinisial R (18) sebenarnya meninggal akibat virus H1N1 ini.
"Jadi yang di Tangerang itu H1N1, bukan flu burung. Memang ada yang kita sangka flu burung awalnya tapi tidak semua terbukti flu burung," ujarnya.
Sempat menjadi pandemi di dunia pada April 2009- Agustus 2010, Menkes mengatakan H1N1 atau swine flu sebenarnya bukan jenis virus yang mematikan.
"Sebenarnya tidak mematikan, tapi kebetulan pasien-pasiennya memiliki penyakit lain," katanya.
Di Indonesia, sejak swine flu dinyatakan pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2009 lalu, tercatat ada 1.000 orang terjangkit dengan angka kematian sebanyak 10 orang atau tingkat case fatality rate (CFR) nya sebesar satu persen.
Dibandingkan dengan flu burung (H5N1) yang tingkat kematiannya masih tinggi, sekitar 70-80 persen, swine flu (H1N1) dinilai tidak terlalu ganas bagi orang yang memiliki kekebalan tubuh tinggi. abd


