Posbindu Tak Diminati Orang Muda
Orang dewasa muda di Kota Balikpapan umumnya tidak bisa datang ke Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) karena kegiatan yang biasa dibuka di tempat ini berlangsung saat jam kerja.
Demikian salah satu bahasan yang bisa diketahui dari pertemuan yang dilakukan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE dengan beberapa orang dokter puskesmas di kota Balikpapan, pada Selasa (24/1) saat membahas tentang program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).
Beberapa isu lain yang dibicarakan antara lain tentang perlunya penyesuaian alat beta check, perubahan form KMS Penyakit Jantung & Pembuluh Darah sehingga dapat untuk semua PTM, tentang mekanisme penilaian perbaikan faktor risiko pada saat kunjungan ulangan, perlunya alat-alat pemeriksaan untuk kader, pelatihan tentang mengontrol faktor risiko dan mengatasi kesan bahwa Posbindu bukan untuk lansia
Setelah diskusi, Tjandra kemudian mengunjungi PosBinDu (Pos Pembinaan Teradu) Citra Rasa Kenari di RT 24 Kota Balikpapan. Kegiatan Posbindu dilakukan disebuah ruangan khusus yang juga biasa dipakai untuk posyandu. Kegiatan Posbindu pada dasarnya meliputi beberapa meja antara lain pertama pendaftaran, kedua pemeriksaan berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan perut, ketiga pemeriksaan tekanan darah dan nadi, dan keempat penyuluhan kesehatan. (abd)


