Home » News » 9 Tips Agar Tetap Sehat di Pengungsian

9 Tips Agar Tetap Sehat di Pengungsian

Hari-hari ini banjir masih merendam beberapa wilayah di Kota Jakarta. Banyak warga yang tinggal di tempat pengungsian.

Dalam keadaan seperti ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk para pengungsi atau regu penolong untuk disampaikan pada para pengungsi agar tetap aman dan terhindar dari penyakit. 1. Gunakan selalu alat makan yang bersih yang dicuci dengan sabun dan air bersih serta dikeringkan dengan sempurna. Utamanya untuk balita, pastikan alat makan telah dibilas dengan air bersih (matang/air kemasan), bila memungkinkan dengan air panas. 2. Cuci tangan sebelum mengolah dan menyediakan makanan, utamanya bagi pengelola dapur umum. Dapur umum bisa menjadi tempat utama penularan penyakit. Juru masak sebaiknya bukan seseorang yang sedang sakit, dan sebaiknya menggunakan masker saat masak untuk menghindari penularan. Pengungsi sedang dalam kondisi yang lemah sehingga sangat rentan terhadap penyakit. 3. Tempat penyimpanan makanan di dapur umum sebaiknya tertutup dan terhindar dari lalat atau hewan lain yang dapat menyebarkan penyakit. 4. Kandungan gizi tidak menjadi fokus utama dalam penyediaan makanan. Perhatian dipusatkan pada makanan yang mengandung energi yang tinggi, dan diutamakan dengan karbohidrat yang tinggi, agar pengungsi dapat memperoleh energi segera. Setelah tiga hari, komposisi gizi mulai menjadi fokus perhatian. Sebaiknya makanan disediakan selagi hangat.Makanan atau minuman hangat akan memberikan efek menenangkan. 5. Jangan berikan sambal atau makanan yang merangasang saluran cerna. 6. Jauh lebih aman memberikan makanan kemasan sebagai snack atau bantuan pangan seperti biskuit dan bolu kemasan. Pilihlah makanan yang kemasannya masih baik dan tidak bocor serta belum kadarluasa. Untuk makanan kaleng, pastikan kaleng tidak penyok atau menggembung. Lebih baik memilih snack merk yang sudah cukup terkenal agar aman. 7. Bila ingin memberikan nasi bungkus sebaiknya tidak disiram kuah apalagi yang bersantan, kecuali akan segera disantap dalam keadaan hangat. Makanan berkuah apalagi yang bersantan dan dingin mudah sekali dihinggapi kuman. Jauh lebih baik memberikan nasi bungkus dengan lauk kering tanpa kuah. Sayuran mudah basi, sebaiknya tak perlu diberikan atau bila ingin maka harus dipisah dari bungkusan. Perlu diingat komposisi gizi bukan hal utama pada masa darurat. Sumber vitamin dan mineral bisa diperoleh dari buah-buahan, seperti apel, pisang atau jeruk. Jangan berikan buah potong, risiko kontaminasi lebih besar. 8. Jenis snack buatan rumah yang cukup baik untuk diberikan adalah arem-arem atau lontong isi yang dimasak cukup lama agar lebih awet. Pilih yang tidak diiisi sayuran agar lebih awet. Snack yang menggunakan kelapa parut sebaiknya dihindari. 9. Bila akan mengkonsumsi susu, pastikan susu habis maksimal 4 jam setelah dibuat atau setelah kemasan dibuka. Lebih dari itu susu sudah rusak Semoga bermanfaat! dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadyah Jakarta Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi

Skycrapers 1 (160x600)

 Ada Komentar


Centre 2 (468x60)
Centre 3 (468x60)

BACA SELANJUTNYA

Anak Mesti Tahu Peran Jenis Kelamin

Archive
Monday, 3 May 2010 - 13:49 WIB

Anak Harus Yakin dengan Identitas Kelaminnya

Archive
Monday, 3 May 2010 - 14:03 WIB