Info

Cara Mudah Mengetahui Kista Sejak Dini .. Bisa Diketahui Dari Ciri-Ciri Gejalanya ..Tolong Share Ya Bun & Sis !!

Hai , |

Kista ovarium (indung telur) merupakan tumor jinak berupa kantong asing berisi cairan/campuran dengan bagian padat yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). Kista ovarium sering kali tanpa gejala , terutama bila ukurannya masih kecil. Bila kista semakin membesar , barulah muncul rasa tidak nyaman.

Cara Mudah Mengetahui Kista Sejak Dini .. Bisa Diketahui Dari Ciri-Ciri Gejalanya ..Tolong Share Ya Bun & Sis !!
Gejala-gejala Mama memiliki kista seperti: perut terasa penuh , berat , kembung; tekanan pada dubur dan kandungan kemih (sulit buang air kecil); haid tidak teratur; nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha; nyeri ketika sanggama; mual , ingin muntah; atau pengerasan payudara mirip ketika hamil , mampu muncul bila Mama mempunyai kista ovarium.
Namun , untuk mendiagnosis kepastian ada-tidaknya kista , tak dapat dilihat dari gejala-gejala saja , alasannya yakni mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain , seperti: endometriosis , radang panggul , kehamilan ektopik (di luar rahim) , ataupun kanker ovarium. Sayangnya , walau kista mampu dideteksi semenjak dini , dengan melaksanakan pemeriksaan bersiklus secara teratur , minimal setahun sekali , namun para jago menyatakan , tidak ada upaya pencegahan yang dapat dilakukan supaya terhindar dari penyakit ini. Kaprikornus , upaya yang mampu dilakukan hanyalah mengetahui secara dini penyakit ini , sehingga pengobatan yang dilakukan memberi hasil baik dengan komplikasi minimal.
Caranya dengan melaksanakan pemeriksaan secara teratur; pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya , pemeriksaan ultrasonografi (USG)—bila  perlu dengan alat doppler untuk mendeteksi pedoman darah , pemeriksaan petanda tumor (tumor marker) , pemeriksaan CT-Scan/MRI—bila dianggap perlu.
Bila pada pemeriksaan pertama ditemui kista yang tak terlalu besar , dengan batasan 5 sentimeter , maka harus di-follow up setiap tiga bulan sekali. Tapi , sekalipun telah menggunakan USG , kadang jenis kista tak mampu dibedakan secara pasti. Oleh hasilnya , diharapkan pemeriksaan anamnesis untuk menanyakan riwayat penyakitnya. Seperti , bagaimana haidnya , apakah ada nyeri atau tidak , dan sebagainya. Selain itu , diharapkan juga pemeriksaan fisik dan laboratorium.
Pemberian obat bergantung pada jenis kistanya. Pada kista endometriosis yang masih kecil , mungkin mampu dilakukan pengobatan. Tapi jikalau sudah membesar , harus dilakukan operasi.
Sumber  :  tabloid-nakita.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker