Fakta

Stop Pukul Anak! Terbukti Kebiasaan Memukul Anak Justru Bikin Anak Makin Agresif dan Jahat

Hai , |

Setiap orang tua tentu memiliki cara berbeda dalam mendidik dan mendisiplinkan anak , salah satunya yang paling sering terjadi di kalangan para orang tua ialah dengan cara memukul. Entah itu memukul badan , pantat , atau kepala anak. Hal ini sering dilakukan oleh beberapa orang tua , apalagi jikalau anak mereka sulit diataur , keras kepala , dan suka berbuat nakal.

Stop Pukul Anak! Terbukti , Kebiasaan Memukul Anak Justru Bikin Anak Makin Agresif dan Jahat
Para orang tua beranggapan bahwa memukul anak dapat menunjukkan efek jera pada mereka. Anak akan lebih patuh dan tidak mengulangi kesalahannya lagi di lain waktu. Namun , taukah Anda jikalau cara tersebut ialah Salah Besar.
Mendidik anak dengan cara mirip ini justru memberi akhir buruk untuk anak. Dikutip darivemale.com menyebutkan bahwa sebuah penelitian meta-analisis mengenai memukul pantat pada anak yang dilakukan selama lima dekade menunjukkan bahwa semakin sering anak dipukul , semakin besar harapan anak menentang orangtuanya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology ini menekankan bahwa kebiasaan memukul anak mampu memberi pengaruh buruk bukan hanya secara sikap tapi juga pemikiran. Dari pengalaman buruk yang mereka alami , pada kesannya mereka juga membentuk pemikiran yang sama terhadap orangtuanya.
Para peneliti mengatakan bahwa anak-anak yang mendapat perlakuan kekerasan dari orangtuanya juga mengalami gangguan kesehatan mental , kesulitan dalam hal kognitif dan menyebarkan sikap anti-sosial serta kasar berlebihan.
Para hebat dan pemerhati anak menyetujui hal ini , penelitian lain yang dilakukan Elizabeth Gershoff , profesor human development and family sciences dari The University of Texas juga menarik kesimpulan yang hampir sama.
Bahkan sikap dan pemikiran akhir kebiasaan memukul ini berkembang sampai dewasa. Orang berilmu balig cukup akal yang dulunya mendapat perlakuan pemukulan ketika kecil akan cenderung melaksanakan hal yang sama pada anaknya.
Perlakuan memukul sebagai teknik mendisiplinkan anak sebaiknya dihentikan dari sekarang , sebab sebenarnya ada banyak cara manusiawi yang mampu dilakukan untuk memberi pengajaran yang baik pada anak.
Tujuannya memang baik , untuk mengatur dan mendisiplinkan anak , namun caranya yang kurang tepat. Mengajarkan anak dengan kekerasan justru akan menunjukkan pengalaman buruk untuk anak , dan mengganggu kesehatan mental mereka.
Untuk itu , ayah/bunda yang selama ini sering memukul anak untuk kesalahan yang mereka perbuat , sebaiknya mulai sekarang , ubahlah kebiasaan itu. Kalian tentunya tidak ingin kan jikalau anak-anak yang kalian sayangi tumbuh menjadi eksklusif berwatak keras , kasar , dan suka menyakiti orang lain? Semua itu dimulai dari sekarang dan dari lingkungan yang paling bersahabat dengan anak , yaitu keluarga atau orang tuanya.
Semoga kita mampu menjadi orang tua yang bijak dan dapat menjadi panutan untuk anak-anak kita.
(Sumber:www.wajibbaca.com)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker