Alami

SUBHANNALLOH…!!! Pasangan Anda Sulit Hamil? Cobalah Konsumsi Buah Warisan dari Kanjeng Sunan Muria Ini

Hai , |

Waktu berziarah di makam Sunan Muria di Kudus , peziarah bakal menjumpai beberapa pedagang yang menjual buah parijoto di kompleks wisata religi itu. Buah dengan warna ungu kemerah-merahan waktu masak itu di jual dengan harga Rp 15. 000-Rp 20. 000.

SUBHANNALLOH...!!! Pasangan Anda Sulit Hamil? Cobalah Konsumsi Buah Warisan dari Kanjeng Sunan Muria Ini
Buah itu memiliki ukuran cukup kecil serta menggerombol dalam tiap-tiap tangkainya. Rasa buahnya asam bercampur dengan sepat. Konon jika wanita hamil makan buah itu jadi anak yang dilahirkan dapat wajahnya ganteng atau rupawan dengan kulit putih serta halus. Demikian halnya untuk pasangan yang belum mempunyai anak. Dengan mengkonsumsinya , diakui mampu selekasnya memiliki momongan. 
 ” Buah ini diakui mampu bikin sang jabang bayi cakap waktu dilahirkan. Parijoto yaitu tanaman peninggalan atau warisan Sunan Muria , ” kata Ketua Paguyuban Orang-orang Pelindung Hutan (PMPH) Pegunungan Muria , Desa Colo , Kecamatan Dawe , Kabupaten Kudus , Muhamad Sokib Garno Sunarno , Selasa (19/7/2016). 
Diluar itu , parijoto juga diakui mampu mengobati beragam penyakit , diantaranya sariawan , diare , serta cholesterol. 
Parijoto , kata dia , yaitu tanaman yang tumbuh di lereng-lereng pegunugan serta di rimba yang ada di ketinggian 800-2. 300 mtr. diatas permukaan laut. Di Pegunungan Muria Kudus , parijoto banyak tumbuh di ketinggian sekitaran 1600 mtr. diatas permukaan laut. 
Tetapi , sekarang ini , parijoto telah dibudidayakan sebagai tanaman hias lantaran bentuk buahnya yang cukup menarik dengaa warna mencolok. Tanaman yang termasuk juga type perdu dengan nama latin Medinilla Speciosa dan Anggur Asia (Showy Asian Grapes) itu yaitu primadona Pegunungan Muria , Kudus. 
 ” Tak ada dikala spesifik untuk panen parijoto. Buah ini mampu dipanen setiap waktu , ” tambah Sokib. 
Parijoto yang ditanam di hutan rakyat Pegunungan Muria itu dikelola warga setempat. Ada sekitar lima petani yang mengelola tanaman yang ada di daerah seluas dua hektare itu. 
Menurut dia , parijoto yaitu satu di antara tanaman yang membawa dirinya mencapai Kalpataru 2016 pada kelompok Pembina Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan. Ia akan terima penghargaan tersebut di Siak , Riau dari Presiden Joko Widodo. Terkecuali melindungi kearifan lokal dengan melestarikan tanaman parijoto , ia juga dinilai sukses membina orang-orang sekitaran untuk berbarengan melestarikan rimba. Terkecuali membuat Paguyuban Orang-orang Pelindung Rimba , ia juga membuat Grup Sadar Wisata (Pokdarwis) Colo untuk mengelola potensi wisata dan ekonomi yang ada di lereng Muria itu. 
Kalpataru yaitu penghargaan di bagian lingkungan hidup yang didapatkan pemerintah Republik Indonesia pada individu atau grup yang dinilai sudah berperan besar pada pengelolaan serta perlindungan lingkungan hidup. Ada empat kelompok akseptor penghargaan kalpataru , yakni perintis lingkungan , pengabdi lingkungan , penyelamat lingkungan , serta pembina lingkungan. 
Untuk kelompok Pembina Lingkungan diberikan pada entrepreneur atau tokoh orang-orang yang menghidupkan kesadaran lingkungan serta tugas orang-orang temukan tehnologi baru ramah lingkungan. 

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker